Pengertian EGO

“Ego” itu berarti “Aku” / “Keakuan”. Dari yang ku dengar, Ego itu sendiri bisa diartikan “Batasan diri” dan “Mau nya”. Apakah maksud dari itu???

“Batasan diri” itu berarti dalam diri kita setiap orang cenderung memiliki semacam prinsip diri kita yang selalu kita pertahankan. Jika ada orang lain yang menginjak dan melewati “Batasan diri” kita ini, cenderung kita merasa diri kita tidak dihargai. Contoh simple “Batasan diri” yaitu misalnya si A cenderung suka berada di lingkungan yang damai tentram. Tetapi ketika ada orang yang membuat keributan dan kekacauan, maka si A tidak menerima hal ini dan tidak senang pada orang tersebut karena ketidaknyamanan.
“Mau nya” itu berarti seseorang yang cenderung menginginkan orang lain sesuai dengan apa yang jadi prinsip dirinya. Contoh nya si B yang mau kalau saat ia ceramah maka semua orang mendengar apa yang ia ucapkan. Dia tidak senang dan tidak terima ketika ada orang yang berbicara sendiri atau bahkan ada yang menyela saat ia sedang ceramah.
Kedua prinsip ini pada dasarnya hampir sama, “Batasan diri” lebih bersifat Pasif yang dimana tindakan orang lain terhadap kita, sedangkan “Mau nya” bersifat Aktif yang dimana apa yang kita ingin/respon tindakan kita dari orang lain.

Bagaimana cara melenyapkan ego diri kita sendiri dan orang lain?
Kalau ini disebut “Cara” mungkin kurang tepat, karena belum tentu jika sudah kita lakukan pasti berhasil. Mungkin ini akan lebih tepatnya disebut “Saran”.

Teori ini mudah, tetapi susah untuk mempraktekkannya.
Mudah saja, kita hanya perlu melenyapkan “ego” diri kita sendiri dulu, barulah bisa melenyapkan “ego” orang lain.
“Bagaimana mungkin seseorang yang sedang sakit akan berhasil menyembuhkan orang lain yang sedang sakit juga.”

Yang perlu kita lakukan ialah mengenal “Batasan diri” dan “Mau nya” orang lain. kemudian kita pelan2 mengurangi “Mau nya” kita sendiri dengan tidak melanggar “Batasan diri” orang tersebut. Kita melaksanakan sesuatu sesuai dengan kehendak kita, sekaligus tidak melewati batasan orang lain. Jika sudah berhasil, mungkin lama2 orang tersebut menerima diri kita dan bisa saja pelan2 ia melenyapkan sebagian dari “Batasan diri” nya.
Bagaimana jika ternyata tidak berhasil / gagal? maka…

TIDAK PERLU KHAWATIR! Semua yang kita lakukan tidak ada ruginya. Meski gagal melenyapkan “ego” orang lain, tetapi setidaknya “ego” diri kita sendiri sudah berkurang.

Benarkah semua saran ini berguna?
COBA saja sendiri, buktikan sendiri. Teori tanpa Praktek = 0.

Posted in Pengertian
One comment on “Pengertian EGO
  1. […] salah 1 dari EGO yang terpendam dalam diri kita. Sudah dijelaskan pada post sebelumnya yaitu Pengertian EGO , bahwa untuk melenyapkan EGO itu tidaklah mudah. EGO masih akan bersemayam pada diri kita jika […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: